PRINSIP PENGAJARAN DAN ASESMEN : RANCANGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI; NARRATIVE TEXT

 PRINSIP PENGAJARAN DAN ASESMEN

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI; NARRATIVE TEXT

Disusun oleh: Norminingsih Fitriani (2470307723)


 UNIVERSITAS TIDAR 



INTRODUCTION

Pembelajaran dengan pendekatan diferensiasi bertujuan untuk menyesuaikan strategi pengajaran dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. Guru yang menerapkan pendekatan ini memberikan variasi dalam konten, proses, dan produk sehingga setiap siswa dapat belajar dengan cara yang paling sesuai bagi mereka.


Diferensiasi Konten (What Students Learn) : Guru menyajikan materi yang sama (narrative text) tetapi dengan tingkat kompleksitas yang berbeda sesuai dengan kemampuan siswa. (1) Siswa dengan kemampuan tinggi, (2) Siswa dengan kemampuan menengah, (3) Siswa dengan kemampuan rendah. (Guru menyediakan beberapa pilihan teks narrative dengan tingkat kesulitan yang berbeda.)

Diferensiasi Proses (How Students Learn)= Guru menyediakan cara belajar yang berbeda, memungkinkan siswa untuk memilih cara yang paling efektif bagi mereka untuk memahami materi. 1). Siswa yang suka visual: Menyediakan video animasi atau film pendek dari cerita rakyat yang akan dipelajari. 2). Siswa yang suka membaca: Menyediakan teks narrative yang dapat dibaca secara mandiri. 3). Siswa yang kinestetik: Diberi kesempatan untuk mendiskusikan atau memainkan peran (role play) dalam kelompok, berdasarkan cerita yang telah dipelajari. 4). Siswa auditory: Bisa mendengarkan cerita dalam bentuk audio atau mendengarkan guru membacakan teks narrative. (Guru menggunakan media pembelajaran yang beragam, seperti video, audio, bacaan teks, atau diskusi.)

Diferensiasi Produk (How Students Demonstrate Learning); Guru memberikan pilihan bagaimana siswa dapat menunjukkan hasil pembelajaran mereka, sehingga setiap siswa dapat memilih produk yang sesuai dengan gaya dan minat mereka. (1) Siswa yang suka menulis: Menulis narrative text berdasarkan cerita rakyat dengan format tulisan tradisional. (2) Siswa yang kreatif secara visual: Membuat komik atau storyboard berdasarkan cerita rakyat yang telah dipelajari. (3) Siswa yang suka berbicara atau bercerita: Menyajikan cerita rakyat dalam bentuk video vlog, podcast, atau menceritakan kembali cerita secara lisan di depan kelas. (5) Siswa yang berbakat teknologi: Membuat presentasi multimedia atau animasi pendek yang menggambarkan cerita rakyat.



Penilaian Berdiferensiasi
Penilaian dalam pembelajaran diferensiasi juga dilakukan secara bervariasi dan tidak hanya berfokus pada satu jenis penilaian. (Penilaian formatif: Dilakukan melalui diskusi kelompok, tanya jawab, atau kegiatan menulis singkat yang dilakukan secara informal selama proses pembelajaran., penilaian sumatif: Siswa bisa diuji melalui berbagai produk yang mereka hasilkan, seperti teks tertulis, presentasi, atau proyek kreatif.dan tiga penilaian diri (self-assessment): Siswa diberikan kesempatan untuk menilai hasil kerja mereka sendiri dan mengidentifikasi area yang perlu perbaikan.



II. Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)

  1. Kompetensi Inti:

1.    Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut.

2.    Menghargai perilaku jujur, disiplin, dan tanggung jawab dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial.

3.    Memahami, menerapkan, dan menganalisis teks factual dan prosedural yang terkait dengan materi bahasa Inggris.

4.    Menyajikan narrative text terkait cerita rakyat dalam bentuk lisan dan tulis.

  1. Kompetensi Dasar:

1.    3.9 Mengidentifikasi struktur teks dan unsur kebahasaan pada narrative text.

2.    4.9 Menyusun narrative text lisan dan tulis tentang legenda, cerita rakyat, dan cerita pendek.

III. Tujuan Pembelajaran

Setelah pembelajaran, siswa diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi struktur teks narrative (Orientation, Complication, Resolution, Re-orientation).
  2. Mengidentifikasi unsur kebahasaan pada narrative text, seperti past tense, action verbs, adverbs of time, dan conjunctions.
  3. Menulis narrative text berdasarkan cerita rakyat Toba Lake, Tangkuban Perahu, atau Malin Kundang.
  4. Menceritakan kembali cerita rakyat secara lisan dengan menggunakan bahasa yang sesuai.

IV. Materi Pembelajaran

  1. Pengertian Narrative Text: Teks yang berisi cerita fiksi atau pengalaman imajinatif dengan tujuan menghibur atau menyampaikan pesan moral.
  2. Struktur Narrative Text:

1.    Orientation: Pengenalan tokoh, tempat, dan waktu.

2.    Complication: Masalah atau konflik yang dihadapi tokoh.

3.    Resolution: Penyelesaian masalah.

4.    Re-orientation (optional): Penutup atau kesimpulan cerita.

 

  1. Unsur Kebahasaan:

1.    Past tense: Menggambarkan kejadian masa lampau.

2.    Action verbs: Kata kerja yang menggambarkan tindakan, seperti went, saw, heard.

3.    Adverbs of time: Keterangan waktu, seperti once upon a time, long ago.

4.    Conjunctions: Kata hubung seperti then, after, before.

  1. Cerita Rakyat yang Dipelajari:

1.    Toba Lake

2.    Tangkuban Perahu

3.    Malin Kundang

V. Strategi Pembelajaran dan Diferensiasi Konten

A.   Pendekatan: Scientific Approach

B.   Model Pembelajaran: Discovery Learning dan Project-Based Learning

C.   Fokus Diferensiasi: Konten

D.   Teknik Diferensiasi: Guru memberikan teks dengan kompleksitas berbeda sesuai dengan kemampuan siswa. Setiap siswa atau kelompok mendapatkan teks yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka berdasarkan asesmen awal atau preferensi.

E.   Langkah Diferensiasi Konten:

1.    Siswa dengan kemampuan tinggi: Membaca teks lengkap dari cerita rakyat dengan struktur dan kosakata yang lebih rumit. Misalnya, teks yang mendalam tentang Toba Lake dengan deskripsi yang detail.

2.    Siswa dengan kemampuan menengah: Membaca teks narrative dengan kosakata yang lebih sederhana, seperti cerita Tangkuban Perahu yang memiliki struktur lebih pendek dan lebih mudah dipahami.

3.    Siswa dengan kemampuan rendah: Mendapatkan cerita yang lebih pendek dan sangat sederhana, seperti versi singkat dari Malin Kundang dengan bantuan visual seperti gambar atau glosarium untuk membantu pemahaman.

VI. Kegiatan Pembelajaran

A.   Pertemuan 1: Pengenalan Narrative Text dan Pembacaan Cerita Rakyat

1.    Pendahuluan (15 menit)

a.    Apersepsi: Guru memulai dengan menanyakan cerita rakyat yang sudah dikenal siswa, seperti Malin Kundang atau cerita rakyat daerah lain.

b.    Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan bahwa hari ini siswa akan belajar tentang narrative text dan membaca cerita rakyat dengan pendekatan yang berbeda.

2.    Kegiatan Inti (60 menit)

a.    Eksplorasi:

1)    Guru menjelaskan struktur narrative text (Orientation, Complication, Resolution) dan unsur kebahasaannya.

2)    Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kemampuan (berdasarkan hasil asesmen awal).

3)    Setiap kelompok menerima teks yang berbeda, sesuai dengan tingkat kesulitan (diferensiasi konten).

b.    Elaborasi:

1)    Siswa dengan kemampuan tinggi: Membaca dan menganalisis cerita rakyat Toba Lake dengan kosakata yang lebih kompleks.

2)    Siswa dengan kemampuan menengah: Membaca teks Tangkuban Perahu yang lebih sederhana.

3)    Siswa dengan kemampuan rendah: Membaca cerita Malin Kundang versi pendek dengan bantuan visual (gambar).

c.    Konfirmasi: Guru berkeliling untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami teks dan memberi klarifikasi jika diperlukan.

3.    Penutup (15 menit)

1)    Refleksi: Siswa diminta untuk menyebutkan kembali bagian-bagian penting dari cerita yang mereka baca.

2)    Tugas Mandiri: Siswa diminta untuk mencari satu cerita rakyat dari daerah mereka masing-masing.

B.   Pertemuan 2: Menulis Narrative Text

1.    Pendahuluan (10 menit)

Apersepsi         : Guru mengulas kembali struktur narrative text dan unsur kebahasaan yang telah dipelajari di pertemuan sebelumnya.

2.    Kegiatan Inti (65 menit)

a.    Praktik Menulis: Siswa diminta menulis narrative text berdasarkan cerita rakyat yang telah mereka baca.

b.    Diferensiasi Konten:

1)    Siswa dengan kemampuan tinggi: Diminta menulis cerita rakyat versi lengkap dengan deskripsi yang lebih kaya.

2)    Siswa dengan kemampuan menengah: Diminta menulis cerita dengan alur sederhana dan fokus pada struktur dasar (Orientation, Complication, Resolution).

3)    Siswa dengan kemampuan rendah: Menulis ulang cerita singkat dengan bantuan panduan seperti poin-poin penting cerita dan kosakata sederhana.

c.    Kolaborasi: Siswa bekerja secara berkelompok untuk saling memberikan masukan atas cerita yang mereka tulis.

3.    Penutup (15 menit)

a.    Guru memberikan umpan balik awal terhadap pekerjaan siswa dan menutup dengan evaluasi singkat tentang kesulitan dan kemudahan yang dialami siswa.

VII. Penilaian

  1. Penilaian Proses: Observasi selama kegiatan membaca dan diskusi dalam kelompok.
  2. Penilaian Produk: Rubrik penilaian teks narrative yang mencakup:

a.    Kelengkapan struktur (Orientation, Complication, Resolution)

b.    Penggunaan unsur kebahasaan (past tense, conjunctions, dll.)

c.    Kreativitas dan kelancaran cerita.

  1. Penilaian Sikap: Penilaian sikap siswa dalam kerja sama kelompok, ketekunan, dan kemandirian.

VIII. Sumber dan Media Pembelajaran

  1. Sumber:
    • Buku teks Bahasa Inggris kelas XII
    • Cerita rakyat Indonesia (Toba Lake, Tangkuban Perahu, Malin Kundang)
  2. Media:
    • Lembar kerja siswa (LKS)
    • PowerPoint Presentasi
    • Gambar visual pendukung

IX. Rencana Tindak Lanjut

  1. Remedial: Bagi siswa yang kesulitan, guru memberikan teks dengan panduan lebih rinci, seperti pertanyaan-pertanyaan pemandu atau visualisasi cerita dalam bentuk gambar.
  2. Pengayaan: Siswa dengan kemampuan tinggi dapat diberikan tugas tambahan, seperti menulis narrative text tentang cerita rakyat dari budaya internasional.








Mohon UMPAN BALIK ya Bapak Guru Hebat 

1.    Apakah struktur modul ini sudah cukup jelas dan mudah dipahami?

2.    Apakah strategi diferensiasi konten dalam modul ini efektif untuk siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda? Berikan alasan.

3.    Apakah ada saran tambahan untuk memperkaya modul ini atau bagian yang mungkin perlu disederhanakan?


NOTE ; atau klik link berikut  https://forms.gle/tL8fssQ8vMv9EH8m6






Comments

  1. Pembelajaran berdiferensiasi sangat menarik. Tapi akan menjadi Boomerang jika terlalu banyak perbedaan minat siswa. Guru pasti akan kesulitan memenuhi minat siswa dalam teknik/media pembelajaran. Bagaimana jika ada 20 siswa dalam satu kelas dan ada 4 macam minat siswa. bagaimana caranya menyediakan 4 metide dalam waktu yg bersamaan ?!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

PRINSIP (MERANCANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI) PENGAJARAN DAN ASESMEN

PRINSIP (Menerapkan Pendekatan Culturally Responsive Teaching pada Pembelajaran; Studi Kasus Penerapan CRT ) PENGAJARAN DAN ASESMEN